3 min read
Komentar Dinonaktifkan pada
0
74

Jalan Tol Cimanggis  menuju Cibitung adalah jalan tol sepanjang 34 kilometer, atau sekitar 21 mi, yang membentang dari Cibitung, Jawa Barat, ke Cilincing, Jakarta di Indonesia. Ini adalah salah satu jalan tol yang merupakan bagian dari Jalan Lingkar Luar Jakarta 2. Jalan tol ini diharapkan dapat mengurangi beban angkutan barang dan kendaraan di Jalan Tol Jakarta  hingga Cikampek yang melintasi daerah Cawang. Pembangunan jalan tol Cimanggis-Cibitung dalam perkemabangan yang positif hingga saat  ini. Sebagai informasi, perolehan tanah pada bulan Desember 2016 masih 4% dan rencananya akan selesai 100% pada bulan Juni 2017. Proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Seksi I ditargetkan selesai dan beroperasi pada awal 2018. Hingga 28 Mei 2017 lalu progres penyelesaian konstruksinya telah mencapai 37,8 persen. Kemajuan dari  pembangunan jalan tol, yang dimulai kembali pada Oktober 2015 ini, memang berjalan lambat selama empat tahun ini.

Sebelumnya tol Cimanggis-Cibitung terdiri atas empat seksi, yaitu seksi I Cimanggis-Transyogi sepanjang 5,27 km, seksi II dengan ruas Transyogi-Narogong sepanjang 3,48 km, seksi III Narogong-Setu sepanjang 8,83 km, dan seksi VI dari Setu-Cibitung Junction sepanjang 7,63 km. Harapan dibangunnya Tol Cimanggis-Cibitung agar mampu mampu memecah kepadatan dua tol ibu kota, yakni Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Jagorawi. Disamping itu, Proyek jalan tol sekitar 26 kilometer ini, diyakini mampu memecah kepadatan lalu lintas di ruas Jalan Transyogie, Cileungsi. Terkait tarif, tol yang membutuhkan dana kontruksi sekitar Rp 960 miliar memiliki tariff golongan I untuk jarak terjauh sekitar Rp 28.109 atau sebesar Rp 1.068 per km. Tahun 2011, saat perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) tol ini ditandatangani, tarif untuk golongan I dipatok pada angka Rp 835 per km, dengan asumsi jalan tol sudah beroperasi pada 2014.

Penyebab lambatnya pembangunan jalan tol ini, mungkin karena untuk Seksi I, alur jalan tol ini melewati tiga desa dan dua kota administratif, yaitu Depok dan Bekasi. Selain itu, , masih adanya penolakan dari warga atau masyarakat, baik yang dilalui maupun yang berdekatan dengan pembangunan jalan tol karena merasa terganggu selama masa konstruksi. Hal ini dikarenakan, alur yang harus dilewati ruas Cimanggis-Cibitung, memang harus banyak melalui perumahan dan perkampungan yang padat penduduk. Namun, semua dapat diselesaikan dengan musyawarah mengingat jalan tol ini dibangun untuk kepentingan masyarakat umum.

 

 

Load More Related Articles
Load More By Admin
Load More In Uncategorized
Comments are closed.

Check Also

Megawati: Prabowo Tak Pernah Menghujat

Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP  mengatakan, hubungan pribadinya dengan Prabowo Sub…