Home Teknologi Teka-teki Di Balik Supermoon 2018

Teka-teki Di Balik Supermoon 2018

3 min read
Komentar Dinonaktifkan pada Teka-teki Di Balik Supermoon 2018
0
57

JAKARTA – Kejadian sungguh langka yang jarang pernah terjadi, setelah tak terlihat selama seratus lima puluh tahun. Tidak sedikit orang penasaraan untuk menyaksikan saat bulan biru berubah menjadi merah. Tapi ternyata penamaan Super Blue Blood Moon penuh dengan teka-teki.

Peristiwa lunar sebetulnya adalah konvensi penamaan untuk bulan purnama kedua bulan ini, dan tak ada hubungannya dengan warnanya.

Editor senior Sky and Telescope Kelly Beatty menjelaskan bagaimana nama tersebut pertama kali muncul, dia menyebut kepada Inverse: “Bayangkan sebuah musim astronomi. Katakanlah dari titik pulang matahari sampai ekuinoks, sesekali kita mendapatkan empat bulan penuh di musim tiga bulan tersebut dan secara tradisional yang ketiga disebut sebagai “bulan biru”. tutur Kelly seperti dilansir dari Daily, Rabu, (31/1/2018).

Teka-teki Di Balik Supermoon 2018

Ia menambahkan: “Kami salah menafsirkan definisi tradisional itu dan mulai memanggil bulan biru bulan purnama kedua dalam sebulan dan aku kira tersebut macet.

“Apapun definisi yang Anda gunakan, hal-hal ini terjadi sekitar 2,7 tahun sekali, rata-rata.”

Tubuh antariksa NASA sudah menyatakan bahwa bulan darah biru super terakhir terlihat kembali pada tahun 1866.

ekadar informasi, jarak antara Bumi dengan Neptunus mencapai4.348,4juta kilometer. Planet ini menjadi salah satu yang terjauh dari Mentari sebagai pusat tata surya Galaksi Bima Sakti.

Kecanggihan lain dari teropong milik Planetarium Jakarta dikenal sebagai mempunyai sistem motorize robotik, sehingga bisa bergerak mengikuti gerakan planet atau bulan. “Sedangkan jenis teleskop (teropong) ada yang reflektor, ada refraktor. Atau ada teropong yang menggunakan lensa full dan ada yang pakai cermin,” ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan perhitungan astronomis, hari ini seluruh wilayah Indonesia dapat menikmati fenomena gerhana bulan total. Proses gerhana bulan total tersebut dimulai pukul 17.51-23.08 WIB.

Hingga pagi tadi, tepatnya pukul 08.45 WIB sudah ada 7.060 orang yang mendaftar menjadi peserta nobar di Planetarium Jakarta. “Rinciannya orang dewasa sebanyak enam ribu delapan puluh delapan orang, anak-anak (jenjang SMP ke bawah) ada 977 anak,” sebutnya.

Load More Related Articles
Load More By Admin
Load More In Teknologi
Comments are closed.

Check Also

Megawati: Prabowo Tak Pernah Menghujat

Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP  mengatakan, hubungan pribadinya dengan Prabowo Sub…