Home Ekonomi Tenaga Surya dan Angin untuk melistriki Kepulauan Seribu

Tenaga Surya dan Angin untuk melistriki Kepulauan Seribu

3 min read
Komentar Dinonaktifkan pada Tenaga Surya dan Angin untuk melistriki Kepulauan Seribu
0
109

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ingin menciptakan sumber energi baru untuk memenuhi pasokan listrik di Kepulauan Seribu.

Ia menginginkan pasokan listrik di Kepulauan Seribu yang saat ini hanya sebesar 9 Mega Watt dinaikkan hingga mencapai 50 Mega Watt.

“Ya, harus ada energi baru, energi terbarukan di Kepulauan Seribu, optimalkan yang ada dan buat yang baru,” kata Sandi di Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (20/3).

Energi baru yang dimaksud Kode ini terdiri dari sumber energi matahari, angin, hingga sumber energi dari pengelolaan limbah. Terkait lokasi pengelolaan energi baru ini, diakui Sandi masih mencari lahan paling memungkinkan.

“Ada yang berbasis matahari, juga berbasis angin, ada yang berbasis sampah karena pulau seribu menghasilkan sampah akan bagus kalau sampah tidak dibawa ke Bantargebang, seperti kemarin di Muara Angke tapi itu diproses di sana juga,” katanya. .

Dari 105 pulau di Kepulauan Seribu hanya ada 16 pulau yang memiliki listrik. Dikatakan juga Sandi tipe electric byar pet ‘yang merupakan istilah untuk listrik yang mudah mati, lama terbakar.

“Ada 105 pulau, pulau teraliri 16 baru juga listrik nya masih byar pet ‘kami ingin meningkatkan ini,” katanya.

Dampak terhadap Ekonomi

Sandi juga berharap dengan peningkatan daya listrik di Kepulauan Seribu ini akan berdampak pada sisi ekonomi terhadap pendidikan.

“Kami akan menyajikan rencana yang bisa dilaksanakan dengan baik dan kami ingin cepat karena melibatkan dunia bisnis secara langsung, di sini ada beberapa pengusaha yang siap berinvestasi,” kata Sandi.

Dewan Energi Nasional (DEN) mencatat penggunaan energi di Indonesia masih didominasi oleh minyak bumi (46 persen) dan batubara (26 persen) pada tahun 2015. Lainnya adalah gas alam (23 persen), dan energi terbarukan (5 persen).

Target dari Rencana Umum Energi Nasional menyatakan bahwa penggunaan energi terbarukan dalam campuran bahan bakar mencapai 23 persen pada tahun 2025. Ini untuk menggantikan penggunaan energi fosil yaitu batubara (30 persen), minyak bumi (25 persen) dan gas alam ( 22 persen).

Load More Related Articles
Load More By Admin
Load More In Ekonomi
Comments are closed.

Check Also

Megawati: Prabowo Tak Pernah Menghujat

Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP  mengatakan, hubungan pribadinya dengan Prabowo Sub…