Home Pendidikan Mahasiswa UB Malang ciptakan aplikasi penerjemah bahasa verbal jadi isyarat

Mahasiswa UB Malang ciptakan aplikasi penerjemah bahasa verbal jadi isyarat

4 min read
Komentar Dinonaktifkan pada Mahasiswa UB Malang ciptakan aplikasi penerjemah bahasa verbal jadi isyarat
0
77

Mahasiswa program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu personal komputer (Filkom) Universitas Brawijaya (UB) Malang, membangun perangkat lunak Dictionary for Deaf (Difodeaf), yakni software penerjemah bahasa verbal sebagai bahasa isyarat.

Salah  seorang mahasiswa anggota tim Difodeaf Filkom UB, Anjas Pramono mengemukakan dicitakannya software tersebut berlatar belakang keberadaan kaum difabel di lingkungan kurang menerima perhatian, dan jumlahnya yg relatif banyak.

“pada beberapa negara berkembang seperti Malaysia, Indonesia dan India kaum difabel relatif banyak. Kurangnya perhatian warga atas keberadaan para difabel berdampak di kegiatan mereka yg terisolasi dan masih sangat terbatas,” kata Anjas pada Malang, Minggu (24/6).

angka difabel tuna rungu serta wicara tergolong banyak di Indonesia. Keterbatasan mereka dalam berkomunikasi menjadi permasalahn yg besar bagi mereka, apalagi masyarakat di biasanya masih belum bisa memakai bahasa isyarat buat dapat berkomunikasi menggunakan para difabel tuna rungu.

Difodeaf adalah aplikasi telepon seluler berbasis android yang bisa membantu berkomunikasi antara orang normal dan penderita tuna rungu. Caranya, software ini akan membantu pengguna buat mempelajari bahasa isyarat. Difodeaf dilengkapi fitur yg dapat mengubah kata asal bahasa Inggris atau Indonesia menjadi gambar ilustrasi pada bahasa isyarat.

Lebih tepatnya, kata Anjas, gambar yg ditampilkan dalam bentuk arsip .gif. Jadi buat bahasa isyarat yang perlu terdapat gerakan tangan bisa dipahami. “aplikasi kami ini tidak hanya menerjemahkan istilah saja, akan tetapi juga bisa untuk kalimat,” ungkapnya.

Dasar yg dipergunakan dalam penerjemahan pada software Dofodeaf adalah American Sign Language (ASL), sebagai akibatnya bahasa isyarat dalam Difodeaf bisa dipergunakan untuk skala internasional, tidak terbatas buat lokal atau nasional saja. software ini akan terus dikembangkan dengan melakukan penambahan perbendaharaan kata. Selain itu, aplikasi ini ke depannya direncanakan bisa diunduh secara gratios di google play store.

“Harapannya menggunakan adanya Difodeaf, keterbatasan komunikasi antara penyandang tuna rungu dan wicara dengan warga umum bisa diselesaikan. Selain itu, semoga mampu menggugah masyarakat awam juga bisa lebih peduli menggunakan eksistensi difable di sekitarnya,” pungkasnya.

software Difodeaf ini juga sudah membawa Anjas bersama tim meraih penghargaan pada ajang kompetisi internasional. Penghargaan berupa silver medal berhasil pada bisa dalam ajang kompetisi interansional Crown International Invention, Innovation and Articulation (I-IDEA 2018 CROWN) yang diselenggarakan di Universiti Teknologi MARA, Malaysia pada 26 April 2018.

Selain Anjas Pramono, anggota tim perangkat lunak Difodeaf ini merupakan Jauhar Bariq Rachmadi serta Avisenna Abdillah Alwi.

Load More Related Articles
Load More By Admin
Load More In Pendidikan
Comments are closed.

Check Also

Megawati: Prabowo Tak Pernah Menghujat

Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP  mengatakan, hubungan pribadinya dengan Prabowo Sub…