Home Nasional Tim Prabowo-Sandi: Kubu Sebelah Semakin Kurang Substantif

Tim Prabowo-Sandi: Kubu Sebelah Semakin Kurang Substantif

3 min read
0
0
31

Pihak Joko Widodo-Ma’ruf Amin mendapat kritik karena dianggap berkampanye dengan hal yang kurang bermuatan substantif. Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin balik menantang Pihak Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk beradu  rekam jejak (track record).

“Iya pasti dong. Bukan hanya TKN yang menantang. Masyarakat dong yang melihat, emang lo udah berbuat apa sih?” ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Amin, Moeldoko, di Jl. Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).

Moeldoko menanggapi kritikan dari Pihak Prabowo-Sandi dengan santai. Dia bahkan  menyanggah bahwa Jokowi disebut tak membawa hal yang substantif di masa kampanye Pilpres 2019 ini.

Menurutnya, Jokowi kerap  melontarkan program baik yang sudah ataupun yang akan dikerjakan  pemerintah dalam setiap kesempatan pidatonya. Soal ungkapan menggunakan istilah ‘genderuwo’ dan ‘sontoloyo’, papar  Moeldoko, Jokowi mengatakan hal itu untuk melawan isu-isu politik yang tidak menyenangkan.

“Di antaranya adalah penyebaran isu-isu hoax yang nggak benar. Kita pastikan bahwa itu tidak benar. Sehingga beliaunya jadi nggak nyaman. Ketidaknyamanan itu ya muncullah itu istilah-istilah yang tadi dikritisi. Tapi ya memang harus begitu. Kita nggak boleh lagi hanya bertahan doang,” ucap Moeldoko

Dirinya mengatakan bahwa pihak Jokowi- Ma’ruf Amin menerima kritik atas penggunaan istilah  ‘genderuwo’ dan ‘sontoloyo’. Namun dia kembali meminta Pihak pemenangan Prabowo-Sandi agar tidak terlalu banyak berkampanye negatif.

“Kalau kita ingin maju kan selalu ada feedback, ada move lagi ke depan. Tapi bahwasanya negative campaign itu lebih banyak dimainkan oleh sebelah,” ucapnya.

Sebelum itu, juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, berpendapat  bahwa  Pihak Jokowi makin lama makin tidak jelas dalam pemilihan bahasa yang hendak disampaikan ke publik. Andre menyoroti pernyataan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf dalam hal  ‘sontoloyo’ sampai pada ‘budek-buta’.

“Kok aneh ya, tambah lama kubu sebelah tuh tambah nggak jelas pernyataannya, nggak substansi. Presidennya bilang ‘sontoloyo’, ‘genderuwo’, wakil presidennya bilang ‘budek’ dan ‘tuli’, eh anak buahnya bilang ‘makan ternak’. Ya Allah…. Kita mau memperbaiki ekonomi bangsa atau mau berpolitik cela-celaan pakai bahasa-bahasa yang nggak bermutu?” ujar Andre, Senin (12/11).

Kubu Jokowi membanggakan Prestasi Jokowi sebagai Presiden yang telah melakukan pembangunan di seluruh Indonesia, diantaranya membangun infrastruktur di seluruh Indonesia yang dibiayai oleh APBN. Juga prestasi Jokowi sebagai gubernur DKI yang telah melakukan pembangunan di daerah khusus DKI dengan dana APBD DKI.

Load More Related Articles
Load More By Admin
Load More In Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Megawati: Prabowo Tak Pernah Menghujat

Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP  mengatakan, hubungan pribadinya dengan Prabowo Sub…