Home Nasional Inilah ‘Benang Kusut’ Daftar Pemilih Tetap Pilpres 2019 Dalam Sorotan Kubu Prabowo-Sandi

Inilah ‘Benang Kusut’ Daftar Pemilih Tetap Pilpres 2019 Dalam Sorotan Kubu Prabowo-Sandi

7 min read
Komentar Dinonaktifkan pada Inilah ‘Benang Kusut’ Daftar Pemilih Tetap Pilpres 2019 Dalam Sorotan Kubu Prabowo-Sandi
0
66
Inilah 'Benang Kusut' Daftar Pemilih Tetap Pilpres 2019 Dalam Sorotan Kubu Prabowo-Sandi

Kubu pasangan capres dan cawapres Prabowo-Sandiaga, menyoroti Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebagai kunci Pilpres 2019 mendatang. Karena, DPT yang bersih, mampu mewujudkan pemilu yang jujur dan adil.

Nur Iman Santoso, Wakil Direktur Data dan Informasi BPN Prabowo-Sandi berharap, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kemendagri memberikan akses terbuka bagi siapapun untuk dapat memantau proses pemilu. Khususnya persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Begitu juga dengan DPT, Disdukcapil kalau bisa jauh lebih berperan untuk bisa membantu KPU karena yang memiliki aksesfull terhadap NIK dan NKK hanya Disdukcapil,” ujar Iman, dalam diskusi bertajuk ‘Pemilu bersih dan Adil : Ilusi atau Harapan’, di Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta, Selasa, (11/12).

Menurut Iman, partai politik dibatasi dalam menelusuri DPT, sampai hari ini. Pasalnya, ada empat digit yang dirahasiakan lewat tanda bintang dalam NIK dan NKK. Padahal, saat ditelusuri masih ditemukan adanya dugaan Daftar Pemilihan Tetap Hasil Perbaikan Ketiga (DPT HP-3) yang masih bermasalah.

“Saya nyebutnya dugaan, kita tidak bisa menyebut itu ganda atau segala macam karena kami tidak memiliki akses penuh di empat digit terakhir dari NKK dan NIK itu,” ujar Iman.

Inilah 'Benang Kusut' Daftar Pemilih Tetap Pilpres 2019 Dalam Sorotan Kubu Prabowo-Sandi
Inilah ‘Benang Kusut’ Daftar Pemilih Tetap Pilpres 2019 Dalam Sorotan Kubu Prabowo-Sandi

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melihat, temuan berupa duplikasi identitas yang masuk ke dalam DPT HP-3 yang akan ditetapkan menjadi DPT oleh KPU pada 15 Desember mendatang. Iman berharap, KPU mampu menyelesaikan masalah tersebut untuk mewujudkan pemilu yang baik. Salah satunya dimulai dari DPT yang bersih.

“Nah ini temuan yang akan kami sampaikan kepada KPU dan KPU mudah-mudahan bisa menerima bahwa apa yang duplikasi terjadi ini sebenarnya sudah mulai bisa lebih baik lagi. Dan mudah-mudahan menuju DPT bersih, kita bisa mendapatkan DPT kita menjadi DPT bersih,” tambahnya.

Turut hadir dalam diskusi tersebut yakni Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Prof Zudan Arif Fakhurlloh, Peniliti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Siti Zuhro, Politikus Partai Demokrat Andi Nurpati dan Sekjen KIPP Kaka Suminta.

Sementara itu, Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Kaka Suminta menilai, memang sudah semestinya rakyat Indonesia khawatir dengan Pemilu. Khususnya soal DPT yang selalu menjadi polemik jelang pemilu.

Kaka melihat ada yang tidak beres dengan DPT. Karena, seharusnya sudah ditetapkan pada 5 September lalu namun lantaran permohonan berbagai pihak seperti Bawaslu dan partai politik sehingga diundur.

“Di UU tidak ada dan belum pernah kita lakukan sebelumnya. Biasanya pada saat penetapan selesai. Tapi KPU tidak mau katakan tidak ditetapkan, tapi sudah ditetapkan dengan pencermatan. Di hari ke-10 terjadi lagi permintaan dari KPU dengan tambahan waktu 60 hari. Dan terulang 30 hari. Saya hitung 100 hari. Angka-angka geserannya cukup besar,” ungkap Kaka.

Inilah 'Benang Kusut' Daftar Pemilih Tetap Pilpres 2019 Dalam Sorotan Kubu Prabowo-Sandi
Inilah ‘Benang Kusut’ Daftar Pemilih Tetap Pilpres 2019 Dalam Sorotan Kubu Prabowo-Sandi

Menurut rinciannya, Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) yang awalnya diserahkan Kemendagri ke KPU di kisaran angka 191 juta. Lantas saat penetapan turun menjadi 185 juta pemilih.

“Kemudian Dukcapil mempunyai catatan, ada 31 juta yang ditenggarai diduga invalid kegandaan dan sebagainya. Tetapi di luar itu, ada 25 juta yang belum masuk ke DPT. Ini sesuatu yang mengagetkan,” ujar Kaka.

Belum lagi masalah sistem pemilu serentak. Menurut Kaka, setidaknya pemilih di bilik suara akan diberika lima surat suara. Dia meyakini, proses perhitungan tidak akan selesai sampai jam 21.00 WIB malam.

Begitu pun, mengenai pola komunikasi penyelenggara pemilu yang dianggap agak sulit untuk ditangkap publik maupun parpol. Sehingga menghasilkan informasi ke publik, capres, pengamat, ini sulit dipahami.

“Saya khawatir ini menjadi kesulitan buat tim capres dan parpol untuk komunikasi. Menanyakan bagaimana kondisi sistem informasi pemilu. Sampai saat ini kita tidak punya bahan yang cukup bahwa bahannya cukup tangguh dan dapat kita percaya untuk hasilkan DPT yang baik,” jelas Kaka.

Harapan Kaka, polemik DPT tidak lagi terjadi saat penetapan 15 Desember nanti. Walaupun ada pengawas di TPS. Tetapi hal itu, kata dia, tidak dapat diyakinkan
bagaimana mereka direkrut.

“Pelatihan saksi parpol dari Bawaslu. Bayangkan kebutuhan parpol dan Bawaslu berbeda, tetapi pelatihannya ada di sana. Saya khawatir tidak ada komunikasi pelatihan tentang metodologi saksi,” pungkas dia.

Jadi, itulah ‘Benang Kusut’ Daftar Pemilih Tetap Pilpres 2019 dalam sorotan kubu Prabowo-Sandi.

Load More Related Articles
Load More By channelrakyat.com
Load More In Nasional
Comments are closed.

Check Also

Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan, Lembaga Pers Pakistan Surati Jokowi

Lembaga Pers Pakistan (PPF) mengecam keras kekerasan terhadap wartawan saat kerusuhan dala…