Home Ekonomi Soal Utang BUMN, Sudirman Said: Sangat Tidak Fair Membebankan Target Politik Pemerintah Ke BUMN

Soal Utang BUMN, Sudirman Said: Sangat Tidak Fair Membebankan Target Politik Pemerintah Ke BUMN

2 min read
Komentar Dinonaktifkan pada Soal Utang BUMN, Sudirman Said: Sangat Tidak Fair Membebankan Target Politik Pemerintah Ke BUMN
0
119

Kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali menyoroti masalah utang BUMN yang mencapai ribuan triliun.

Sudirman Said, Anggota Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga yang pernah menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selama 2014-2016 menjabarkan kondisi BUMN saat ini memprihatinkan.

Ia pun memberi contoh dengan kondisi PT Pertamina (Persero) yang mencetak laba terkecil sepanjang sejarah.

“Ini karena bebannya pemerintah yang harusnya menggendong subsidi diserahkan pada korporasi,” ujar dia dalam acara diskusi ‘Selamatkan BUMN Sebagai Benteng Ekonomi Nasional’, Rabu (12/12/2018).

Menurutnya buat BUMN ini tidak adil, sebab artinya ini membebankan target politik pemerintah ke BUMN. Sementara pemerintahan bersifat sementara, BUMN hidupnya akan terus menerus. “Karyawan, direksi, dan manajemen dirugikan untuk menggendong beban tadi,” ujarnya.

Soal Utang BUMN, Sudirman Said: Sangat Tidak Fair Membebankan Target Politik Pemerintah Ke BUMN
Soal Utang BUMN, Sudirman Said: Sangat Tidak Fair Membebankan Target Politik Pemerintah Ke BUMN

Ternyata tidak hanya Pertamina, beban ini banyak juga terlihat di BUMN karya yang dibebankan target pembangunan infrastruktur.

“Sangat tidak fair kalau target-target politik tadi dibebankan pada korporasi yang hidupnya harus terus menerus. BUMN punya negara, pemerintah come and go.”

Kemudian Sudirman menyarankan, seharusnya agar semua beban tidak jatuh ke BUMN, supaya mendorong private sector untuk masuk ke proyek-proyek. Selain itu, manajemen perencanaannya juga harus dibenahi. Jika dihitung kemampuannya sanggup untuk 20 tahun, tidak usah dipaksakan untuk 10 tahun.

“Negara ini akan hidup selamanya kok bukan 5 tahun, kenapa mesti buru-buru segala sesuatunya kepengen sekarang?” kritik Sudirman.

Sebagai informasi, utang sampai akhir September 2018, total utang BUMN di Indonesia mencapai Rp 5.271 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 3,311 triliun disumbang dari BUMN sektor keuangan, dengan komponen terbesarnya berupa dana pihak ketiga (DPK) perbankan yang mencapai 74% dari total utang.

Load More Related Articles
Load More By channelrakyat.com
Load More In Ekonomi
Comments are closed.

Check Also

Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan, Lembaga Pers Pakistan Surati Jokowi

Lembaga Pers Pakistan (PPF) mengecam keras kekerasan terhadap wartawan saat kerusuhan dala…