Home Nasional BPN Prabowo: Budiman Sebaiknya Banyak Belajar Dan Lihat Kondisi Bangsa Secara Real Sebelum Koar-Koar

BPN Prabowo: Budiman Sebaiknya Banyak Belajar Dan Lihat Kondisi Bangsa Secara Real Sebelum Koar-Koar

4 min read
0
0
20
BPN Prabowo: Budiman Sebaiknya Banyak Belajar Dan Lihat Kondisi Bangsa Secara Real Sebelum Koar-Koar

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi-Maruf Amin, Budiman Sudjatmiko sempat menyebut pidato Prabowo tidak cocok untuk generasi muda.

Ferdinand Hutahaean, Juru Bicara Direktorat Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai, Budiman Sudjatmiko hanya mampu berkoar-koar tanpa paham dengan kondisi bangsa.

Budiman yang menjabat sebagai Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin dinilai tidak paham dengan data-data yang disampaikan oleh Prabowo terkait dengan kondisi Indonesia di masa depan. Ferdinand juga menduga kalau Budiman tidak paham dengan apa yang dibicarakannya.

“Pernyataan Budiman Sudjatmiko justru menunjukkan dia tidak paham sama sekali kondisi bangsa kita. Budiman bukan cuma tak menguasai data, tapi juga tak mengerti apa yang dibicarakannya,” ujar Ferdinand, Rabu (2/1/2018).

Ferdinand Hutahaean, Juru Bicara Direktorat Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi
Ferdinand Hutahaean, Juru Bicara Direktorat Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi

Adapun pernyataan Ferdinand itu diperkuat oleh data resmi yang menunjukkan jika cadangan minyak di Indonesia tidak cukup untuk jangka waktu puluhan tahun. Sebab itu, menurutnya Budiman jarang membaca yang berhubungan dengan data-data semacam itu melainkan hanya sibuk membaca buku berbau komunisme.

“Budiman mungkin kebanyakan baca buku berbau kiri alias komunisme sehingga tidak tahu bahwa data resmi cadangan minyak kita memang hanya tinggal 3 miliaran barel, yang bila mengikuti kemampuan lifting kita, maka 10-11 tahun lagi akan habis,” katanya.

Kemudian, Ferdinand juga menuding kalau mantan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik itu tidak mempunyai pengetahuan soal krisis air pada 2025 yang sempat disampaikan Prabowo.

“Potensi krisis air bersih di Indonesia memang bisa terjadi karena sejauh ini sudah ada beberapa daerah di Indonesia yang sering mengalami kekeringan serta kekurangan air bersih,’ ujarnya.

Kepada Budiman, politisi Demokrat ini meminta untuk lebih banyak belajar terkait kondisi bangsa Indonesia yang sesungguhnya. Dia juga menegaskan kalau Prabowo bukan sedang menebar ketakutan, akan tetapi tengah membeberkan fakta dan mencari solusinya.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Budiman Sudjatmiko
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Budiman Sudjatmiko

“Budiman sebaiknya banyak belajar dan melihat kondisi bangsa secara real sebelum koar-koar. Prabowo tidak sedang menyebar ketakutan, tapi sedang menyampaikan fakta agar kita mencari jalan keluar dari masalah itu,” jelasnya.

Sebelumnya, Budiman Sudjatmiko, Juru Bicara kubu Capres dan Cawapres, Jokowi – Maruf Amin, menilai pernyataan Capres Prabowo Subianto mengenai Indonesia krisis air dan 100 persen mengimpor BBM tahun 2025 tidak relevan.

Mantan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik itu menyatakan, pernyataan itu menunjukkan Prabowo hanya membaca buku-buku zaman dulu alias jadul.

“Semua retorika Pak Prabowo sungguh-sungguh mewakili masa lalu yang ketakutan melihat masa depan. Ini tidak baik untuk generasi muda, hanya baik untuk generasi kuda (tunggangan),” katanya.

Sementara itu, sebelum kita membuat suatu pernyataan hendaklah kita memiliki, memahami dan menguasi pengetahuan tersebut. Itu sebab kenapa kita harus banyak belajar agar tidak seperti tong kosong nyaring bunyinya.

Load More Related Articles
Load More By Admin20
Load More In Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kompak, BPN: Prabowo-Sandi Sudah Cocok Pimpin Indonesia

Dalam menjalankan roda pemerintahan diperlukan kekompakan antara Presiden dan wakil Presid…