Home Nasional Kasus Novel Baswedan Akan Dijadikan Amunisi Prabowo Pada Debat Perdana

Kasus Novel Baswedan Akan Dijadikan Amunisi Prabowo Pada Debat Perdana

4 min read
0
0
24
Kasus Novel Baswedan Akan Dijadikan Amunisi Prabowo Pada Debat Perdana

Pada Pilpres 2019 kali ini akan menggelar debat sebanyak 5 kali sesuai aturan dari komisi pemiliha umum (KPU). Untuk debat putaran pertama akan digelar pada Kamis, 17 Januari 2019 mendatang dengan tema Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme.

Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto- Sandiaga Uno menyimpan beberapa amunisi yang bakal digunakan pada sesi debat Capres-Cawapres putaran pertama pada 17 Januari mendatang. Salah satu yang bakal dimunculkan pihaknya yakni mengenai kasus penyiraman air keras Novel Baswedan yang tidak kunjung selesai.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, kasus penyiraman air keras penyidik senior KPK Novel Baswedan merupakan pelanggaran yang paling disorot pada pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Dipastikan Dahnil, jika Prabowo dan Sandiaga terpilih menjadi Presiden-Wakil Presiden periode 2019-2024, maka akan langsung dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menyelesaikan kasus yang menyebabkan mata kanan Novel mengalami kerusakan sampai 60 persen.

Kasus Novel Baswedan Akan Dijadikan Amunisi Prabowo Pada Debat Perdana
Kasus Novel Baswedan Akan Dijadikan Amunisi Prabowo Pada Debat Perdana

“Apabila beliau berdua terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden ini akan menjadi salah satu perhatian khusus untuk bikin TGPF segera mungkin menyelesaikan kasus penyiraman, siapa pelaku apa motifnya,” ujar Dahnil di kawasan Meruya Raya, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (3/1/2018).

Dahnil mengatakan, kubu Prabowo menilai pihak kepolisian lambat menemukan pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.

Adapun kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017. Hal itu akan jadi salah satu isu pelanggaran yang menjadi pegangan bagi Prabowo-Sandiaga untuk menyerang Capres-Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi-Maruf Amin pada sesi debat pertama nanti.

Selain itu, Dahnil menyebut masih banyak kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi saat kepemimpinan Jokowi tetapi sampai sekarang belum juga terselesaikan.

“Di era Jokowi pelanggaran HAM terhadap aparat penegak hukum ini menurut saya lebih tragis, bukan hanya pelanggaran HAM yang dirasa masyarakat biasa tapi juga orang-orang yang berusaha bekerja untuk keadilan,” jelasnya.

Namun demikian, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini memastikan tidak akan turut mengajak Novel berdiskusi sebelum debat. Dahnil mengklaim pihaknya sudah mempunyai beberapa data dan fakta yang terkait dengan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan.

“Kita akan dalam posisi misalnya memenuhi tuntutan kawan-kawan masyarakat sipil kemudian Novel sendiri terkait TGPF karena kami yakin kalau TGPF ini dibentuk kasus itu akan segera selesai,” pungkasnya.

Sementara itu, dengan ketidakpastian hukum terhadap kasus Novel Baswedan maka hal ini bisa dijadikan amunisi bagi Prabowo untuk melawan petahana dalam sesi debat putaran pertama.

Load More Related Articles
Load More By Admin20
Load More In Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kompak, BPN: Prabowo-Sandi Sudah Cocok Pimpin Indonesia

Dalam menjalankan roda pemerintahan diperlukan kekompakan antara Presiden dan wakil Presid…