Home Nasional Boni Hargens Fitnah Prabowo Terkait Kebebasan Dan Otoriter

Boni Hargens Fitnah Prabowo Terkait Kebebasan Dan Otoriter

5 min read
Komentar Dinonaktifkan pada Boni Hargens Fitnah Prabowo Terkait Kebebasan Dan Otoriter
0
57

Dalam diskusi bertema ‘Membaca Masa Depan : Seperti Apa Indonesia Jika Jokowi atau Prabowo Terpilih?’ yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2019). Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens mengatakan kebebasan sipil masyarakat Indonesia terancam apabila Prabowo-Sandiaga menang di Pilpres 2019 mendatang.

Pernyataan itu, menurut Boni didasarkan pada sintesis dalam kiprah dan narasi kampanye Prabowo-Sandiaga ‎hingga Desember 2018 serta dukungan ormas garis keras.

“Kebebasan sipil adalah ancaman. Kebebasan pers, kebebasan berpendapat, kebebasan beribadah, kebebasan berserikat, dan sebagainya akan dalam ancaman serius,” kata Boni.

Adapun Boni memprediksi hal tersebut berdasarkan hasil analisa LPI dengan menggunakan metode kualitatif sederhana. Dikatakan Boni, kebebasan pers sudah mulai terancam saat adanya boikot terhadap media massa oleh kubu Prabowo-Sandi.

“Aksi boikot media yang dilakukan tim Prabowo-Sandi karena tidak memberitakan kegiatan reuni 212 sesuai kehendak mereka adalah preseden buruk. Mereka ingin menjiplak metode kampanye Trump yang menuding lima media besar sebagai media abal-abal dan sesat,” jelasnya.

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens
Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens

Diketahui, momen bersejarah Reuni 212 lalu dihadiri oleh 13,4 juta umat muslim di Tanah Air termasuk kaum disabilitas. Namun, momen bersejarah tersebut tidak ada media nasional yang mau meliput dan menayangkan acara Reuni 212.

Hal inilah  yang sangat disesalkan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Media nasional seolah buta dan tuli dengan adanya acara tersebut.

Prabowo tegas menyinggung sikap pers yang menurutnya berat sebelah dan mempermasalahkan tidak adanya media yang menurutnya jujur meliput gerakan umat ini.

Ketua Umum Partai Gerindra ini juga menilai, atas dasar ini sikap media sudah tidak lagi objektif saat ini dan justru banyak memanipulasi masyarakat dengan cerita-cerita yang dikemas melalui berita yang sebagian besar tidak benar.

“Media kondang, media dengan nama besar, media yang mengatakan dirinya objektif dan bertanggung jawab justru mereka jadi bagian usaha memanipulasi demokrasi,” jelas Prabowo.

Apakah dengan dasar itu Prabowo bisa dikatakan mengancam kebebasan sipil masyarakat Indonesia? Hanya masyarakat yang bisa menilai.

Kemudian menurut pandangan Boni, dukungan dari ormas garis keras seperti HTI dan FPI bisa memicu keresahan kolektif di tengah-tengah masyarakat. Karena, ada praktik-praktik intoleransi dari ormas-ormas yang mendukung Prabowo-Sandi.

“‎Dukungan HTI, FPI, dan ormas-ormas garis keras membentuk keresahan kolektif di tengah masyarakat terkait maraknya praktek intoleransi dan persekusi yang dilakukan oleh ormas garis keras selama ini,” ujar Boni.

Selama ini FPI selalu menjadi yang terdepan dalam membantu penanganan korban gempa dan tsunami. Dari mulai menyalurkan makanan, minuman, obat-obatan, pakaian dan lain-lain, FPI juga ikut bergabung bersama warga mencari jenazah korban gempa dan tsunami.

Itulah sebagian contoh kecil apa yang dilakukan FPI dalam hal kemanusiaan. Lantas, apakah hal itu disebut membuat keresahan? Justru rezim saat inilah yang sudah banyak membuat keresahan di masyarakat dengan berbagai tindakan  intoleransi dan persekusi kepada ulama. Sebagai contoh kasus persekusi yang dialami Ustad Abdul Somad di Bali, yang hingga kini tidak ada kejelasannya.

Masih banyak kejadian yang melanggar hukum yang lain tetapi hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Lalu dimanakah Keadilan? Sekali lagi, biarkan masyarakat yang menilai.

 

Load More Related Articles
Load More By channelrakyat.com
Load More In Nasional
Comments are closed.

Check Also

BPN Prabowo-Sandi Gelar Ronda Dan Dapur Umum Pada Hari-H Pilpres

Kegiatan yang melibatkan masyarakat umum seperti ronda malam serta dapur umum, rencananya …