Home Nasional BPN Prabowo: UU ITE Kerap Dijadikan Alat Bungkam Kritik

BPN Prabowo: UU ITE Kerap Dijadikan Alat Bungkam Kritik

2 min read
Komentar Dinonaktifkan pada BPN Prabowo: UU ITE Kerap Dijadikan Alat Bungkam Kritik
0
42
BPN Prabowo: UU ITE Kerap Dijadikan Alat Bungkam Kritik (channelrakyat.com)

Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menuturkan, jika terpilih pada Pemilihan Presiden (Piplres) 2019 mendatang, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berkomitmen merevisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dikatakan Dahnil, pasal-pasal karet yang ada dalam UU ITE perlu direvisi karena UU tersebut kerap disalahgunakan untuk kepentingan kekuasaan.

“UU ITE ini menjadi perhatian khusus Prabowo-Sandi untuk direvisi karena korban utama UU ITE adalah masyarakat awam,” kata Dahnil dalam sebuah diskusi di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

Menurut Dahnil, mayoritas korban kriminalisasi menggunakan UU ITE adalah masyarakat awam dan kalangan aktivis. Sementara, sebanyak 35 persen pelapor UU ITE adalah pejabat negara.

BPN Prabowo: UU ITE Kerap Dijadikan Alat Bungkam Kritik
BPN Prabowo: UU ITE Kerap Dijadikan Alat Bungkam Kritik

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menilai, fakta tersebut menunjukkan bahwa UU ITE kerap digunakan untuk membungkam kritik.

“Data kami lebih dari 35 persen pelapor UU ITE itu adalah pejabat negara. Ini sinyal sederhana bahwa UU ITE menjadi alat bagi pejabat negara membungkam kritik. Artinya sebagian besar pejabat kita punya kecenderungan antikritik,” jelas Dahnil.

Berdasarkan catatan BPN, UU ITE banyak disalahgunakan pada masa pemerintahan petahana saat ini. Dahnil memaparkan, pada tahun 2016 terdapat 84 kasus terkait UU ITE dan 51 kasus pada 2017.

“Jadi, komitmen kami adalah merevisi UU ITE. Kami ingin stop pembungkaman publik dan kriminaslisasi,” ujar Dahnil.

Dengan banyaknya kasus yang terjadi saat ini, dapat dikatakan bahwa UU ITE memang kerap dijadian alat bagi pejabat negara untuk membungkam kritikan. Karenanya, pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berkomitmen untuk merevisi UU ITE tersebut, jika terpilih pada Pilpres 2019.

 

Load More Related Articles
Load More By channelrakyat.com
Load More In Nasional
Comments are closed.

Check Also

Hitungan Rekat, Prabowo-Sandi Lebih Unggul 67,8 Persen

Perolehan suara pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto…