Home Nasional BPN Prabowo: Penerapan Hukum Era Petahana Banyak Kejanggalan

BPN Prabowo: Penerapan Hukum Era Petahana Banyak Kejanggalan

3 min read
Komentar Dinonaktifkan pada BPN Prabowo: Penerapan Hukum Era Petahana Banyak Kejanggalan
0
67
BPN Prabowo: Penerapan Hukum Era Petahana Banyak Kejanggalan (channelrakyat.com)

M Taufik, Ketua Sekretaris Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, menilai penerapan hukum di era pemerintahan saat ini janggal. Menurutnya, hukum masih tebang pilih. Sebagai contoh, beda perlakuan antara pendukung dan oposisi.

Hal tersebut disampaikan Taufik dalam diskusi bertajuk “Hukum Era Jokowi Mundur dan Zalim?” di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jl HOS Cokroaminoto No. 93 Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

“Buat kami banyak kejanggalan dari penerapan hukum di negeri ini. Buktinya pada saat kami melapor, itu enggak diproses. Karena yang kita lapor adalah kelompok sebelah,” kata Taufik.

“Tapi kalau yang melaporkan dari kelompok sebelah, proses hukumnya begitu cepat,” lanjutnya.

BPN Prabowo: Penerapan Hukum Era Petahana Banyak Kejanggalan (channelrakyat.com)
BPN Prabowo: Penerapan Hukum Era Petahana Banyak Kejanggalan

Menurut politisi Partai Gerindra itu, rakyat sudah tidak tahan dengan penerapan hukum yang tidak adil. Taufik melihat sudah ada kesadaran dari rakyat untuk menghentikan kezaliman dengan adanya perubahan kepemimpinan nasional di Pilpres 2019 mendatang.

Sementara itu senada dengan Taufik, Juru Bicara Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Muhammad Syafi’i. Dia mencontohkan kasus dugaan penistaan agama Sukmawati Soekarnoputri yang tidak diproses. Kemudian, aparat juga diam saat Bupati Boyolali mengucapkan kata tidak pantas kepada calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

“(Kasus) di Boyolali setelah kita adukan tetapi tidak diproses sampai saat ini seperti Tengku Zulkarnain, Neno Warisman, Ahmad Dhani,” tutur Syafi’i.

Menurut anggota Komisi III DPR tersebut slogan profesional, modern dan terpercaya (promoter) polisi tidak bisa dipercaya.

“Jangan kalau yang mengadukan berseberangan dengan pemerintah prosesnya cepat sekali. Contohnya kasus Ahmad Dani. Itulah potret polisi saat ini, benar sesuai dengan tema (diskusi),” jelas Syafi’i.

Dengan demikian, penerapan hukum di era Petahana memang banyak ditemui kejanggalan. Beberapa contoh telah disebutkan, masyarakat kini sudah muak dengan permainan hukum yang diperlihatkan penguasa. Sudah saatnya kita bersama bergandeng tangan, bersatu untuk menghentikan kezaliman dengan adanya perubahan kepemimpinan nasional di Pilpres 2019 mendatang.

 

Load More Related Articles
Load More By channelrakyat.com
Load More In Nasional
Comments are closed.

Check Also

Hitungan Rekat, Prabowo-Sandi Lebih Unggul 67,8 Persen

Perolehan suara pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto…