Home Nasional Benarkah Ada Kekuatan Besar Yang Bikin KPU Tergopoh-Gopoh?

Benarkah Ada Kekuatan Besar Yang Bikin KPU Tergopoh-Gopoh?

2 min read
Komentar Dinonaktifkan pada Benarkah Ada Kekuatan Besar Yang Bikin KPU Tergopoh-Gopoh?
0
61

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah merampungkan hasil rekapitulasi suara pada Senin, (20/5/2019) dan sekaligus mengumumkan hasil pemilu 2019. Pengumuman hasil Pemilu serentak 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI ditengarai untuk menjadikan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) sebagai “pepesan kosong” atau gerakan yang tidak membuahkan hasil.

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto mengatakan yang dilakukan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman dan jajarannya itu sangatlah tidak layak dan pantas.

“(Karena) KPU langgar yang sudah diumumkan. Jauh hari bilang 22 Mei seperti halnya pilpres terdahulu selalu di akhir masa tenggat,” ujarnya, Selasa (21/5).

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto (channelrakyat.com)
Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto

Menurut Andrianto, kondisi itu ada lantaran independensi dan kredibilitas Komisi Pemilihan Umum (KPU) diragukan.

“Saya duga ada kekuatan besar yang buat KPU tergopoh-gopoh. KPU jelas tidak kridibel,” tegasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah melakukan pengumuman hasil pemilu pada dini hari tadi. Hal tersebut diduga karena berkaitan rencana aksi besar-besaran yang akan dipusatkan di kantor KPU pada 21 dan 22 Mei.

Mengenai hal tersebut, Andrianto yang juga aktivis mahasiswa tahun 1998 ini menekankan, aksi akan tetap dipusatkan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Tetap pusat aksi sampai penetapan 25 Mei di Gedung Bawaslu,” pungkas inisiator Komando Barisan Rakyat Lawan Pemilu Curang (Kobarkan Perang) ini.

Load More Related Articles
Load More By channelrakyat.com
Load More In Nasional
Comments are closed.

Check Also

Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan, Lembaga Pers Pakistan Surati Jokowi

Lembaga Pers Pakistan (PPF) mengecam keras kekerasan terhadap wartawan saat kerusuhan dala…