Home Nasional Kesaksian Jurnalis: Ternyata Massa Rusuh Orang-Orang Bayaran, Siapa Yang Mengirim?

Kesaksian Jurnalis: Ternyata Massa Rusuh Orang-Orang Bayaran, Siapa Yang Mengirim?

6 min read
Komentar Dinonaktifkan pada Kesaksian Jurnalis: Ternyata Massa Rusuh Orang-Orang Bayaran, Siapa Yang Mengirim?
0
41

Saya tidak bisa menulis semua yang saya lihat saat turun di 21-23 Mei dini hari. Dan saya tidak ikut bersama demonstran yang protes ke Bawaslu, saya tidak berpihak.

Saya bertugas sebagai jurnalis untuk INA Agency News, media jaringan dari Jurnalis Islam Bersatu. Semua berita saya di editorkan untuk diterbitkan di media media jaringan Jurnalis Islam Bersatu. Mulai dari Islampos hingga arrahmah.com.

Fakta resmi mengenai apa yang terjadi di lapangan terkait dinamika kerusuhan 21-23 Mei jauh lebih baik dari berita berita resmi yang keluar dari media jaringan JITU. Termasuk Kiblat.net hingga Hidayatullah.com.

Tetapi, dilapangan memang saya menemukan ada orang orang berbisik. “Tugas kita merusuh saja, biar nanti 02 yang disalahkan”.

Kesaksian Jurnalis: Ternyata Massa Rusuh Orang-Orang Bayaran, Siapa Yang Mengirim? (channelrakyat.com)
Kesaksian Jurnalis: Ternyata Massa Rusuh Orang-Orang Bayaran, Siapa Yang Mengirim?

Kuping saya mendengar koordinasi tersebut saat beristirahat di Kemanggisan, berhenti sejenak di Tanah Abang, sampai bergerilya di sekitar Thamrin hingga Cipinang muara. Orang-orang bayaran?

Aksi protes ke Bawaslu, ada aksi damai pada awalnya. Hingga akhirnya pecah kerusuhan. Berita yang mengatakan rakyat menyerang polisi, dapat dipastikan bukan dari peserta aksi damai ke Bawaslu.

Entah darimana datangnya, chaos yang dirakit terstruktur. Masa aksi damai yang sudah bubar lalu muncul masa yang tidak tahu dari mana menyerang polisi.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata. Tentu saya melihat polisi juga bingung membedakan mana demonstran dari masa pro 02 dan penyusup yang datang pasca bubarnya aksi. Alhasil banyak sekali gas air mata jatuh tidak pada target dan berdampak mengganggu masyarakat umum.

Masyarakat umum terpancing. Kondisi semakin tidak kondusif. Para provokator, masyarakat membaur. Aparat sudah tidak bisa membedakan mana sipil dan penyusup akhirnya kerusuhan pecah menyebar.

Kesaksian Jurnalis: Ternyata Massa Rusuh Orang-Orang Bayaran, Siapa Yang Mengirim? (channelrakyat.com)
Kesaksian Jurnalis: Ternyata Massa Rusuh Orang-Orang Bayaran, Siapa Yang Mengirim?

Hingga ke Petamburan 3, sebuah gang kecil tempat markas DPP FPI berada disana. Malam pertama gugur satu laskar FPI. Mereka harus menyelamatkan area warga yang diserang aparat.

Efek domino, dari gesekan depan Bawaslu menyebar. Pergeseran dari masa penyusup bergeser menjadi aparat vs FPI. Padahal, awalnya FPI ikut mengawal demonstran 02 dengan damai.

FPI harus menyelamatkan gang Petamburan 3, kampung mereka. Habib Farhan ikut gugur kemudian ada yang tertembak di kepala anak dari gang Petamburan. Catatan ini saya investigasi langsung ke lapangan, saya alhamdulillah bertemu dengan pemimpin laskar FPI, saya disambut ramah.

Tampak lampu lampu gelap gulita, Petamburan 3 begitu tegang. Warga berjaga jaga pada dini hari di tanggal 23 subuh. Petamburan cenderung lebih aman saat saya melihat anggota TNI. Mereka menjaga warga, bekerja sama dengan FPI. Lebih kondusif meski suasana mencekam masih ada.

Kesaksian Jurnalis: Ternyata Massa Rusuh Orang-Orang Bayaran, Siapa Yang Mengirim? (channelrakyat.com)
Kesaksian Jurnalis: Ternyata Massa Rusuh Orang-Orang Bayaran, Siapa Yang Mengirim?

Namun, saat pulang saya diikuti orang tidak dikenal. Saya mampir ke Garasi Hijrah selama satu jam. Setelah kondusif, saya pulang ke Bekasi.

Ditengah jalan saya mampir istirahat di daerah Cipinang muara. Di sebuah kedai kopi, saya pesan minuman. Ada banyak orang ngumpul mau berangkat ke titik kerusuhan di Thamrin. Saya mendengar mereka berkordinasi. Bahasanya sama “yang penting kita bikin rusuh aja, biar nanti 02 yang disalahkan”.

Setelah itu, saya tidak bisa ambil kesimpulan mereka ini darimana. Namun, jumlah mereka lebih dari 100 orang. Saya teringat 3 orang yang tewas di Petamburan, kata pak Gubernur Anies Baswedan yang meninggal ada 6 orang. Ada yang memancing aparat dengan target mengkambing hitamkan FPI.

Dua duanya hanya bertugas. Aparat bertugas menjaga ketertiban masyarakat, FPI mengawal hak konsititusi 02 tanpa ada niat melanggar hukum. Tetapi, siapakah yang mengirim orang orang bayaran ini? Ini pertanyaan yang terus muncul di hati kecil saya.

Ya Allah Jaga Indonesia. Jaga Indonesia Ya Rabb.

 

Oleh: Muhammad Thufail Al Ghifari
(Salah satu founder dari Jurnalis Islam Bersatu)

Ditulis dalam perasaan berduka mendalam atas meninggal Ustad kesayangan Muhammad Arifin Ilham tepat di tanggal 22 Mei 2019.

Load More Related Articles
Load More By channelrakyat.com
Load More In Nasional
Comments are closed.

Check Also

Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan, Lembaga Pers Pakistan Surati Jokowi

Lembaga Pers Pakistan (PPF) mengecam keras kekerasan terhadap wartawan saat kerusuhan dala…